Targetkan Peningkatan Kinerja dan Kontribusi PNBP, LMAN Pertahankan Efisiensi Belanja 2027

Jakarta – Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) memaparkan Pagu Indikatif dan Rencana Kerja Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Menteri Keuangan. Pada tahun 2027, LMAN targetkan peningkatan kinerja dan kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNB), namun tetap mempertahankan efisiensi belanja.

Direktur Utama LMAN, Kristijanindyati Puspitasari, menjelaskan bahwa pagu belanja tahun 2027 diarahkan untuk memperkuat peran LMAN dalam optimalisasi aset negara, percepatan pendanaan pengadaan tanah Proyek Strategis Nasional (PSN), serta peningkatan kontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

"Pagu belanja LMAN Tahun Anggaran 2027 diarahkan untuk mendukung optimalisasi nilai aset, percepatan PSN yang mendukung prioritas nasional, serta peningkatan kontribusi PNBP kepada negara dengan tetap menjaga efisiensi belanja," jelas Kristijanindyati.

Langkah tersebut juga dibarengi dengan komitmen kebijakan efisiensi belanja. Pagu indikatif LMAN Tahun Anggaran 2027 tidak mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, LMAN tetap berkomitmen menjaga kualitas layanan sekaligus meningkatkan capaian kinerja.

"Komposisi pagu indikatif belanja LMAN tahun 2027 adalah sebesar Rp163,46 miliar atau sama dengan tahun 2026. Dengan pagu tersebut, LMAN menargetkan pencapaian PNBP tahun 2027 sebesar Rp2,45 triliun," lanjut Kristijanindyati.

Untuk mencapai langkah tersebut, LMAN akan mengoptimalkan seluruh fungsi bisnisnya melalui berbagai program strategis yang diarahkan pada peningkatan produktivitas aset negara, penguatan layanan konsultasi aset, serta percepatan pendanaan pengadaan tanah Proyek Strategis Nasional (PSN). Melalui langkah tersebut, LMAN tidak hanya berupaya meningkatkan kontribusi terhadap penerimaan negara, tetapi juga mendorong terciptanya manfaat ekonomi dan sosial yang lebih luas bagi masyarakat.

Dalam fungsi pengelolaan aset negara, program strategis LMAN tahun 2027 akan difokuskan pada optimalisasi dan rekuisisi aset, pengamanan serta sertifikasi aset strategis, serta pemeliharaan dan peningkatan nilai aset. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas aset negara sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap penerimaan negara.

Sementara itu, pada layanan konsultasi aset (asset advisory), LMAN akan terus memperluas jangkauan layanan melalui peningkatan jumlah mitra baru. Program ini menjadi salah satu instrumen untuk mendorong optimalisasi aset negara di kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN, maupun Badan Layanan Umum (BLU).

"Dampak layanan LMAN ini diharapkan terus meningkat dengan rata-rata penambahan lima mitra baru setiap tahunnya," ujarnya.

Di sisi lain, dalam fungsi pendanaan pengadaan tanah, LMAN akan melanjutkan percepatan penyelesaian pendanaan pengadaan tanah PSN yang mendukung berbagai prioritas pembangunan nasional.

"Kami juga akan melanjutkan penyelesaian pendanaan pengadaan tanah PSN, salah satunya pada kawasan sentra industri garam nasional untuk mendukung prioritas nasional di sektor swasembada pangan," lanjut Kristijanindyati.

Melalui berbagai program tersebut, LMAN berkomitmen untuk terus memperkuat pengelolaan aset negara yang profesional, meningkatkan efektivitas pendanaan pembangunan, serta memperbesar kontribusi terhadap penerimaan negara. Dengan pengelolaan anggaran yang efisien dan terukur, LMAN optimistis dapat mendukung pencapaian target kinerja tahun 2027, sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi negara dan masyarakat.