Lhokseumawe – Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) mendorong pengembangan Kawasan Arun melalui penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Sinergi ini menjadi kunci untuk mengoptimalkan aset negara agar lebih produktif serta memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan masyarakat sekitar.
Setelah meninjau langsung Kawasan Arun, baik di area plant site maupun community site, Direktur Utama LMAN melanjutkan agenda dengan menggelar pertemuan bersama para pemangku kepentingan utama di kawasan tersebut. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat komitmen bersama dalam pengembangan kawasan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Sejumlah pertemuan dilakukan dengan berbagai pihak, antara lain PT Perta Arun Gas (PAG), PT Pertamina Hulu Energi North Sumatera Offshore (PHE NSO), serta PT Pema Global Energi (PGE). Kolaborasi ini dinilai penting untuk memastikan pengembangan kawasan berjalan terarah, terkoordinasi, dan memberikan manfaat yang optimal.
Direktur Utama LMAN, Krisjanindyati Puspitasari, menegaskan bahwa pengembangan Kawasan Arun tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi erat antar pemangku kepentingan.
“Pengembangan Kawasan Arun membutuhkan sinergi yang kuat dari seluruh pihak. LMAN tidak dapat berjalan sendiri, tetapi harus berkolaborasi dengan para mitra strategis agar pengelolaan dan pemanfaatan kawasan ini dapat dilakukan secara optimal, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui sinergi yang terjalin, Kawasan Arun diharapkan dapat berkembang menjadi pusat ekonomi baru di Kota Lhokseumawe dan Provinsi Aceh. Pengembangan kawasan ini berpotensi menggerakkan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong multiplier effect bagi sektor usaha di sekitarnya.
Tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, seluruh pihak juga sepakat bahwa pengembangan Kawasan Arun harus memperhatikan dampak sosial bagi masyarakat sekitar. Hal ini menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan pengelolaan kawasan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah pengembangan tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat sosial yang nyata. Kawasan Arun harus tumbuh bersama masyarakat dan menjadi bagian dari penguatan ekonomi lokal secara berkelanjutan,” lanjut Krisjanindyati.
Ke depan, pengembangan Kawasan Arun membutuhkan komitmen bersama yang konsisten dari seluruh pemangku kepentingan. LMAN berharap sinergi dan kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat guna mewujudkan kawasan yang produktif, inklusif, dan memberikan manfaat optimal bagi negara dan masyarakat.