Optimalkan Aset Daerah, LMAN Terima Konsultasi DPRD Kabupaten Tabalong

Jakarta – Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) menerima kunjungan konsultasi DPRD Kabupaten Tabalong terkait pengelolaan dan optimalisasi aset daerah. Keterbatasan sumber daya, menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap pengelolaan aset daerah yang idle ataupun underutilized. Dari sinilah LMAN mengambil peran penting sebagai katalisator optimalisasi aset agar lebih berdampak luas.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Pengembangan dan Pendayagunaan LMAN, Mahdi, menyampaikan bahwa kegiatan konsultasi sejalan dengan salah satu fungsi LMAN, yaitu memberikan layanan advisory atau konsultasi dalam pengelolaan aset agar lebih produktif. Fungsi konsultasi terus berkembang, mulai dari menyusun riset pengembangan/optimalisasi aset sampai melakukan mediasi antara investor dan pemilik aset.

“Bagaimana aset-aset idle dapat menjadi produktif adalah misi kami. Salah satu ruang yang kita gunakan adalah melalui advisory, sehingga kita harapkan peran tersebut dapat ditularkan kepada teman-teman di Pemerintah daerah maupun di BUMD,” ujarnya.

Mahdi juga menggarisbawahi bahwa dalam pengelolaan aset, masih terdapat pandangan yang terlalu berfokus pada manfaat finansial. Menurutnya, hal tersebut kerap menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan aset yang dimiliki.

“Misinya LMAN bukan hanya (memperoleh) manfaat finansial namun secara eksplisit mengukur dampak multiplier-effect terhadap berbagai sektor usaha. Bagaimana aset-aset tersebut dapat men-generate pelaku-pelaku bisnis untuk berkembang,” tegas Mahdi dalam sambutannya.

Konsultasi DPRD Kabupaten Tabalong dilaksanakan di Kantor LMAN pada 18 Mei 2026 dan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Tabalong. Kegiatan ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Tabalong untuk memperoleh informasi dan memperkuat koordinasi terkait tata kelola aset daerah.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kabupaten Tabalong, Riza Fahlipi, menyampaikan harapannya agar konsultasi bersama LMAN dapat memberikan wawasan dan referensi mengenai pengelolaan aset yang produktif.

“Kami berharap melalui forum ini kita mendapatkan sebuah informasi dan masukan terkait pengalaman dalam mengelola aset negara, yang menjadi referensi dan kami bawa pulang ke daerah untuk pengelolaan dan tata kelola aset di daerah,” ujarnya.

Dalam diskusi, sejumlah tantangan pengelolaan aset daerah turut dibahas, mulai dari aspek regulasi hingga keterbatasan fiskal daerah. Forum konsultasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong optimalisasi aset.

Melalui fungsi advisory, LMAN menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengelolaan aset yang profesional, produktif, dan mampu memberikan dampak ekonomi maupun sosial bagi masyarakat. Kegiatan ini menjadi langkah awal bersama agar aset-aset idle baik di pemerintah pusat maupun di pemerintah daerah dapat dioptimalkan. Reputasi yang dibangun secara perlahan menunjukkan wujud nyata melalui tumbuhnya kepercayaan pemerintah daerah kepada LMAN dalam rangka pelaksanaan fungsi optimalisasi aset negara.