Jakarta – Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) menggelar kegiatan aanwijzing atau pemberian penjelasan kepada peserta seleksi calon mitra kerja sama pendayagunaan Aset Taman Sari Karawaci pada 4 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses seleksi yang dilakukan secara terbuka dan transparan untuk menjaring mitra terbaik dalam pengelolaan aset negara.
Aanwijzing menjadi forum penting bagi calon mitra untuk memperoleh informasi secara komprehensif mengenai aset, skema kerja sama, ketentuan seleksi, serta peluang pengembangan yang dapat dilakukan. Melalui forum ini, seluruh peserta memperoleh akses informasi yang setara sehingga proses seleksi dapat berlangsung secara kompetitif, transparan, dan akuntabel.
Panitia seleksi sekaligus Kepala Divisi Pengembangan Usaha, Komunikasi, dan Hubungan Kemitraan, Putri Natalia Saragih, memberikan pemaparan kepada peserta seleksi bahwa transparansi merupakan prinsip utama dalam pengelolaan aset negara, termasuk dalam proses pemilihan mitra kerja sama.
"LMAN berkomitmen menjalankan seluruh proses pendayagunaan aset negara secara transparan, akuntabel, dan kompetitif. Melalui kegiatan aanwijzing ini, kami memastikan seluruh peserta memperoleh informasi yang sama sehingga dapat menyusun penawaran terbaik sesuai potensi aset yang tersedia," ujarnya.
Aset Taman Sari Karawaci merupakan salah satu aset negara strategis yang dikelola LMAN. Berlokasi di Jalan Boulevard Diponegoro No. 105, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, aset seluas lebih dari 28 hektare ini berada di kawasan dengan aktivitas ekonomi yang terus berkembang. Posisi tersebut menjadikan kawasan ini memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan melalui berbagai bentuk pemanfaatan yang mampu menciptakan nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Dalam proses seleksi ini, LMAN menawarkan skema Kerja Sama Pendayagunaan (KSPd) yang memberikan kesempatan kepada investor dan pelaku usaha untuk berpartisipasi dalam pengembangan aset negara melalui kerja sama jangka panjang yang transparan dan saling menguntungkan. LMAN berharap kerja sama ini dapat menarik investasi yang berkualitas sekaligus memastikan aset negara dikelola secara optimal, produktif, dan berkelanjutan sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi negara maupun masyarakat.
Selain memberikan penjelasan terkait aspek teknis dan administratif, kegiatan aanwijzing juga menjadi sarana bagi LMAN untuk memperkenalkan potensi aset kepada calon investor dan pelaku usaha. Dengan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap karakteristik aset dan peluang pengembangannya, diharapkan minat investasi terhadap aset negara dapat terus meningkat.
"Kami melihat aset negara tidak hanya sebagai sumber penerimaan negara, tetapi juga sebagai instrumen untuk mendorong aktivitas ekonomi. Karena itu, kami membuka ruang kolaborasi yang luas bagi dunia usaha untuk bersama-sama mengembangkan aset negara agar lebih produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat," lanjut Putri.
LMAN meyakini bahwa pengelolaan aset negara yang dilakukan secara profesional dan terbuka akan meningkatkan kepercayaan investor sekaligus menciptakan iklim kerja sama yang sehat. Melalui proses seleksi yang transparan, LMAN berharap dapat memperoleh mitra yang memiliki kapasitas dan visi pengembangan yang sejalan dengan tujuan optimalisasi aset negara.
Melalui skema KSPd ini, LMAN berupaya mendorong pengelolaan aset negara yang tidak hanya fokus pada penerimaan negara, namun juga menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas melalui investasi, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan kawasan yang berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan komitmen LMAN untuk menghadirkan aset negara yang produktif dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi negara dan masyarakat.