Jakarta – Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) dan Pemerintah Kabupaten Cirebon memperkuat sinergi untuk mengembangkan Kawasan Ciperna menjadi kawasan produktif yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pengembangan kawasan ini diharapkan tidak hanya mengoptimalkan pemanfaatan aset negara, tetapi juga menghadirkan pusat aktivitas ekonomi baru, memperkuat agrowisata, pariwisata olahraga (sport tourism), hingga pengembangan UMKM.
Gagasan tersebut mengemuka dalam kunjungan Pemerintah Kabupaten Cirebon yang dipimpin Wakil Bupati Cirebon ke Kantor LMAN pada 30 Juni 2026. Pertemuan tersebut menjadi forum penjajakan kerja sama sekaligus tindak lanjut koordinasi mengenai pengembangan Aset Kawasan Ciperna yang dikelola oleh LMAN.
Aset Kawasan Ciperna merupakan eks aset Pertamina yang kini telah berstatus sah sebagai Barang Milik Negara (BMN). Berlokasi di Jalan Cirebon–Cilimus, Ciperna, Talun, Kabupaten Cirebon, kawasan seluas lebih dari 63 hektare ini memiliki posisi yang sangat strategis karena berada tepat di gerbang keluar Tol Ciperna pada ruas Tol Trans Jawa. Lokasi tersebut menjadikan Kawasan Ciperna memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan terpadu yang mampu menjadi destinasi baru sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi di wilayah Cirebon dan sekitarnya.
Kepala Divisi Pengembangan Usaha, Komunikasi, dan Hubungan Kemitraan LMAN, Putri Natalia Saragih, mengatakan LMAN menyambut baik inisiatif Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk bersama-sama mengembangkan kawasan tersebut. Menurutnya, setiap pengembangan aset negara harus mampu menghadirkan manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
"Apabila ada bagian tertentu dari aset ini digunakan untuk menggali potensi dari UMKM setempat yang menjadi icon Ciperna tentu kami akan sangat mendukung," ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Divisi Pendayagunaan Properti I LMAN, Mita, menegaskan bahwa LMAN terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama yang dapat meningkatkan produktivitas aset negara sekaligus menjadi daya ungkit ekonomi yang lebih luas.
"Pada prinsipnya kami terbuka untuk kerja sama terkait aset Ciperna ini. Kita punya misi untuk mengoptimalkan aset negara apalagi kita memiliki semangat yang sama yaitu untuk menghasilkan multiplier effect atas apa yang kita lakukan terhadap aset tersebut," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Cirebon melihat Kawasan Ciperna memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi salah satu ikon baru daerah. Oleh karena itu, pemerintah daerah ingin membangun kolaborasi dengan LMAN agar pengembangan kawasan tersebut tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga mampu menjadi ruang aktivitas masyarakat dan menarik kunjungan wisatawan.
"Kami berharap Pemda Kabupaten Cirebon dan LMAN dapat berkolaborasi dalam mengembangkan aset LMAN di Ciperna ini. Di samping untuk PAD, tetapi juga harapannya masyarakat sekitar dapat difasilitasi dalam melakukan kegiatan," ujarnya.
Menurutnya, apabila kawasan tersebut dikembangkan secara terintegrasi, Ciperna berpotensi menjadi destinasi baru yang mampu mengangkat citra Kabupaten Cirebon sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif, UMKM, dan pariwisata olahraga yang saat ini terus berkembang.
Harapan serupa disampaikan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Cirebon, Sri Wijayawati. Menurutnya, keterlibatan pemerintah daerah dalam pengembangan kawasan akan memberikan dampak yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar pemanfaatan aset.
"Kalau berbicara mengenai aset kadang-kadang terbentur aturan hukum sehingga melangkahnya maju-mundur. Kepengennya maju, tetapi juga meningkatkan PAD dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Karena satu aset itu bisa diciptakan, otomatis masyarakat sekitarnya akan mendapatkan imbasnya," katanya.
Melalui kolaborasi ini, LMAN dan Pemerintah Kabupaten Cirebon memiliki visi yang sama bahwa Kawasan Ciperna tidak hanya menjadi aset negara yang produktif, tetapi juga berkembang sebagai kawasan yang mampu menarik investasi, memperkuat aktivitas UMKM, mendukung pengembangan sport tourism, serta menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Cirebon