Jakarta, 24 September 2026 — Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) mengajak generasi muda untuk mengenal lebih dekat pengelolaan aset negara sekaligus menuangkan gagasan dan perspektif baru melalui Komunita Economic Championship (KEC) 2026. Kompetisi ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengeksplorasi potensi aset negara dan mengembangkan gagasan tentang bagaimana aset dapat memberikan nilai tambah bagi Indonesia.
Mengusung tema “The Future Asset Manager: Enlightening & Optimizing Asset to Empower Fiscal”, KEC 2026 resmi dimulai melalui kick off yang digelar di Auditorium LMAN, Jakarta, Kamis (24/9). KEC merupakan platform pembelajaran berbentuk kompetisi yang mempertemukan generasi muda dengan Kementerian Keuangan, khususnya Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dan LMAN, untuk menghasilkan gagasan inovatif dan implementatif dalam mengubah aset negara menjadi nilai bagi pembangunan Indonesia.
Direktur Utama LMAN, Mei Ling, mengatakan, KEC 2026 mengajak generasi muda melihat pengelolaan aset negara tidak hanya dari apa yang tampak saat ini, tetapi juga dari potensi yang dapat dikembangkan di masa depan.
“Melalui Komunita Economic Championship 2026 ini, kami ingin mengajak teman-teman melihat pengelolaan aset negara dengan perspektif yang berbeda. Bukan hanya melihat aset sebagai benda. Tetapi melihat potensi di balik sebuah aset,” ujar Mei Ling.
Menurut Mei Ling, cara pandang tersebut penting karena pengelolaan aset membutuhkan kemampuan untuk memahami karakteristik aset, melihat kebutuhan di sekitarnya, membaca kondisi pasar, serta mempertimbangkan potensi ekonomi dan sosialnya. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah Highest and Best Use (HBU), yakni melihat penggunaan yang paling tepat agar suatu aset dapat memberikan manfaat optimal.
Melalui KEC 2026, peserta kemudian diajak menjalani proses tersebut secara bertahap. “Karena itu, saya ingin teman-teman menjalani KEC ini sebagai sebuah perjalanan dalam tiga tahap sederhana: pertama, know the asset; kedua, understand its potential; dan yang ketiga, think about how it can create value for Indonesia,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Deni Surdjantoro mengatakan, KEC hadir untuk membuka ruang bagi generasi muda agar lebih dekat dengan isu ekonomi dan pengelolaan kekayaan negara. Menurutnya, pemahaman tersebut dapat dimulai dari rasa ingin tahu, keberanian bertanya, dan keinginan melihat sesuatu dari perspektif yang berbeda.
“KEC tidak dirancang sekadar sebagai kompetisi, mendeklarasikan siapa yang paling pintar. KEC adalah ruang untuk melihat aset negara dari perspektif yang berbeda. Teman-teman akan diajak mengenal lebih dekat aset negara, melihat bagaimana aset negara dikelola, mengeksplorasi potensinya, memahami tantanganya, hingga menerjemahkan pemahaman tersebut menjadi gagasan dan solusi” kata Deni.
Dalam rangkaian KEC 2026, peserta akan diajak mengenal lebih dekat aset negara, melihat bagaimana aset tersebut dikelola, mengeksplorasi potensinya, memahami tantangannya, hingga menerjemahkan pemahaman tersebut menjadi gagasan dan solusi. Peserta juga akan diajak memikirkan bagaimana sebuah aset dapat menciptakan nilai dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, perekonomian, dan fiskal negara.
Mei Ling mengatakan, proses tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan kompetensi yang dibutuhkan oleh future asset manager. Pengelola aset di masa depan tidak cukup hanya memahami aset, tetapi juga perlu mampu melihat peluang, menggunakan data, memahami kebutuhan masyarakat, berpikir kreatif, dan berani menawarkan solusi.
“Karena kami percaya, pengelolaan aset negara di masa depan membutuhkan generasi yang tidak hanya memahami aset, tetapi juga mampu melihat peluang, menggunakan data, memahami kebutuhan masyarakat, berpikir kreatif, dan berani menawarkan solusi,” katanya.
Melalui KEC 2026, generasi muda tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk berkompetisi, tetapi juga ruang untuk belajar, mengeksplorasi gagasan, dan melihat potensi aset dari perspektif yang berbeda. Dengan semangat “The Future Asset Manager”, rangkaian kompetisi ini diharapkan dapat memperluas pemahaman generasi muda sekaligus mendorong lahirnya gagasan baru tentang bagaimana aset negara dapat memberikan nilai tambah bagi Indonesia.