Jakarta – Tim peneliti dari Universitas Pancasila mempresentasikan hasil riset pembuatan model digital tiga dimensi (3D) Gedung A.A. Maramis kepada manajemen Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Paparan yang digelar di kantor LMAN pada Senin, 23 Juni 2025, ini merupakan tindak lanjut dari izin penelitian yang sebelumnya telah disetujui oleh LMAN selaku pengelola aset negara tersebut.
Penelitian yang berjudul "Introducing 3D Model of Heritage Building by Close-Range Photogrammetry of The Daendels Palace of Jakarta (A.A. Maramis Building)" dipimpin oleh Dr. Ir. Yuke Ardhiati, M.T., IAI, dari Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Pancasila. Proyek ini bertujuan untuk menciptakan dokumentasi digital yang akurat dari gedung cagar budaya tersebut setelah restorasi yang selesai pada tahun 2024. Penelitian ini turut melibatkan kolaborasi dengan Center for Environmental Remote Sensing (CERES) dari Chiba University, Jepang, serta dukungan teknis dari PT. Waindo Spec Terra.
Metodologi Fotogrametri Jarak Dekat
Untuk membangun model 3D, tim peneliti menggunakan metode close-range photogrammetry. Teknik ini dipilih karena sifatnya yang non-invasif (tidak merusak objek) dan lebih hemat biaya dibandingkan metode pemindaian lain seperti Terrestrial Laser Scanning (TLS). Prosesnya melibatkan pengambilan gambar dalam jumlah besar dari berbagai sudut untuk menghasilkan data yang komprehensif.
Tim menggunakan kombinasi beberapa perangkat, termasuk kamera DSLR dan drone jenis Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Penggunaan drone mini DJI dipilih untuk mematuhi protokol keamanan di sekitar Istana Kepresidenan. Sebanyak 224 gambar berhasil dikumpulkan dengan tingkat tumpang-tindih (overlap) sekitar 80% untuk memastikan detail yang tinggi pada model akhir.
Data gambar yang terkumpul kemudian diproses menggunakan perangkat lunak Agisoft Metashape Professional. Proses pengolahan data ini meliputi empat tahap utama:
- Penyelarasan Gambar (Alignment Images): Mencocokkan titik-titik dari beberapa gambar untuk membangun model titik awan (point cloud) dan menentukan posisi kamera untuk setiap foto.
- Pembangunan Awan Titik Padat (Building Dense Clouds): Mengumpulkan titik data berkerapatan tinggi berdasarkan posisi kamera untuk menambah detail pada model.
- Pembangunan Jala (Building a Mesh): Menghubungkan kumpulan titik-titik untuk membentuk permukaan 3D yang solid.
- Pembangunan Tekstur (Building Texture): Memberikan warna dan tekstur pada permukaan model 3D sesuai dengan foto asli untuk merefleksikan kondisi aktual bangunan.
Dukungan LMAN dalam Proses Riset
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan aset negara, LMAN sepenuhnya memberikan dukungan dengan pemberian izin dan akses penuh kepada tim peneliti saat proses survei dan pengambilan gambar. Hasil dari penelitian ini berupa model 3D yang detail dan akurat, menjadi aset digital yang sangat berharga.
Data digital ini memiliki banyak potensi penerapan praktis bagi LMAN, seperti menjadi basis data untuk perencanaan pemeliharaan di masa depan, sarana dokumentasi permanen untuk upaya konservasi, serta materi edukasi dan promosi virtual. Dokumentasi digital ini mendukung upaya berkelanjutan LMAN untuk mewujudkan pemanfaatan tertinggi dan terbaik dari Gedung A.A. Maramis, dengan memastikan nilai sejarahnya terlestarikan sambil terus menggali potensi pemanfaatannya secara optimal.