KEC 2026 Masuki Penyisihan Regional, LMAN Tantang Generasi Muda Gali Potensi Aset Negara

Jakarta, 23 Oktober 2026 — Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) melanjutkan penyelenggaraan Komunita Economics Championship (KEC) 2026 melalui babak Penyisihan Regional Jabodetabek. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Jakarta pada Kamis (22/10) ini diikuti 10 tim terpilih dengan total 30 peserta yang telah melewati seleksi pada tahap sebelumnya.

Mengusung tema “The Future Asset Manager: Enlightening & Optimizing Asset to Empower Fiscal”, KEC 2026 menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal pengelolaan aset negara dan mengembangkan kemampuan analitis dalam mengidentifikasi potensi serta merumuskan alternatif optimalisasi aset. Dalam penyelenggaraannya, LMAN berkolaborasi dengan Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) serta DJKN untuk mempertemukan pengetahuan mengenai pengelolaan aset negara dengan perspektif dan gagasan generasi muda.

Kepala Divisi Pengembangan Usaha, Komunikasi, dan Hubungan Kemitraan LMAN, Putri Natalia Saragih, menekankan bahwa KEC tidak hanya berfokus pada perhitungan teoretis dan analisis kelayakan bisnis yang dituangkan dalam kertas kerja kompetisi. Lebih dari itu, kegiatan ini mendorong peserta untuk memikirkan bagaimana pengelolaan kekayaan negara dapat terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih luas.

“Mari mulai hari ini dan ke depannya terus semangat untuk mempelajari konsep-konsep aset karena kami percaya bahwa di antara teman-teman ini, ke depan akan menjadi eksekutor real untuk optimalisasi aset negara,” ujarnya.

Melalui rangkaian pembelajaran, studi kasus, dan presentasi, peserta ditantang untuk memahami karakteristik aset, mengidentifikasi peluang pemanfaatan, serta mempertimbangkan kelayakan dan manfaat dari rekomendasi yang disusun. Proses ini diharapkan dapat mengasah kemampuan berpikir kritis, mengolah informasi, dan merumuskan gagasan yang relevan dengan kebutuhan serta potensi aset.

Kepala Bagian Manajemen Informasi dan Edukasi Publik Biro KLI, Budi Sulistyo, turut menyoroti peran generasi muda dalam mendukung pengelolaan aset negara pada masa mendatang. Ia mendorong peserta untuk terus mengembangkan diri dan mencari peluang kontribusi bagi bangsa, termasuk melalui pengelolaan kekayaan negara.

“Generasi muda adalah generasi penerus. Silakan melakukan banyak hal untuk bisa berkontribusi, salah satunya terkait dengan aset negara,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Hubungan Masyarakat DJKN, Adi Wibowo, menyampaikan bahwa pelaksanaan KEC 2026 memiliki makna tersendiri karena bertepatan dengan peringatan Hari Kekayaan Negara. Menurutnya, momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan pengelolaan kekayaan negara kepada generasi muda melalui kegiatan edukatif dan partisipatif.

“Bagi kami, kegiatan seperti KEC ini menjadi salah satu cara untuk memperingati Hari Kekayaan Negara, bukan hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dengan mengajak generasi muda untuk lebih mengenal, memahami, dan ikut memikirkan bagaimana kekayaan negara dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Dari perspektif pengelolaan aset, Kepala Bidang Penilaian Kantor Wilayah DJKN Jakarta, Kesatria Purba, mengingatkan bahwa pengelolaan aset negara tidak berhenti pada pencatatan barang milik negara, tetapi juga mencakup upaya memastikan kekayaan negara dimanfaatkan secara tepat dan memberikan nilai bagi masyarakat.

“Dalam menyusun analisis, jangan berhenti pada identifikasi potensi aset. Pertimbangkan persoalan yang ingin diselesaikan, manfaat bagi masyarakat, risiko, ketentuan, dan kelayakan rekomendasi. Gagasan yang baik harus relevan, terukur, dan akuntabel.”

Melalui KEC 2026, LMAN bersama para mitra mendorong generasi muda untuk memahami pengelolaan kekayaan negara secara lebih mendalam serta mengembangkan gagasan optimalisasi aset yang mampu menciptakan nilai tambah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.