Harmoni Seni, Sejarah, dan Lelang Hidupkan Gedung AA Maramis

Jakarta – Gedung AA Maramis kembali menjadi ruang yang mempertemukan sejarah, seni, dan nilai ekonomi melalui gelaran pameran dan lelang lukisan Puspawarna Nusantara 2026. Berlangsung di salah satu bangunan bersejarah paling ikonik di Jakarta ini, kegiatan menghadirkan harmoni antara pelestarian warisan sejarah, apresiasi terhadap karya seni, dan tradisi lelang yang telah menjadi bagian dari sejarah panjang Kementerian Keuangan.

Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, yang membuka kegiatan tersebut, mengatakan bahwa penyelenggaraan pameran dan lelang di Gedung AA Maramis memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menampilkan karya seni. Menurutnya, kegiatan ini mengharmonikan tiga unsur penting, yakni seni, sejarah, dan lelang.

"Saya ingin mengajak kita semua mengharmonikan tiga tujuan dari acara ini. Yang pertama adalah apresiasi seni, yang kedua apresiasi terhadap sejarah gedung ini sebagai tempat karya seni dipamerkan, dan yang ketiga adalah lelang sebagai bentuk apresiasi terhadap seniman melalui penghargaan atas nilai sebuah karya seni," ujarnya.

Juda menjelaskan bahwa penyelenggaraan pameran di Gedung AA Maramis turut memperkaya ekosistem seni rupa di Jakarta. Kehadiran ruang seni di bangunan bersejarah ini diharapkan dapat memperkuat citra Jakarta tidak hanya sebagai pusat bisnis, tetapi juga sebagai kota yang memiliki kehidupan seni dan budaya yang berkembang.

"Pameran lukisan atau pameran seni rupa di gedung yang sangat luar biasa ini bisa melengkapi apresiasi kita, melengkapi ekosistem seni budaya dari Kota Jakarta. Sehingga Jakarta tidak hanya dilihat sebagai kota bisnis atau kota yang macet, tetapi juga sebagai kota yang berbudaya," katanya.

Selain menjadi ruang apresiasi seni, kegiatan ini juga menjadi upaya menghidupkan kembali memori sejarah melalui pemanfaatan Gedung AA Maramis. Bangunan cagar budaya yang telah menjadi saksi perjalanan panjang bangsa tersebut menunjukkan bahwa aset negara dapat tetap terpelihara sekaligus dimanfaatkan untuk kegiatan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

"Di sini ada sebuah tempat yang sangat bersejarah dan masih dijaga dengan baik. Ini juga menjadi sebuah showcase bahwa Kementerian Keuangan mampu menjaga heritage-nya dengan baik," ujar Juda.

Menurutnya, harmoni tersebut semakin lengkap dengan penyelenggaraan lelang karya seni. Tradisi lelang sendiri memiliki akar sejarah yang panjang di lingkungan Kementerian Keuangan dan hingga kini tetap menjadi instrumen yang menjunjung prinsip transparansi, akuntabilitas, dan penghargaan terhadap nilai ekonomi suatu barang.

"Ketika dalam acara ini kita menggelar lelang lukisan Puspawarna Nasional, kita sebenarnya sedang menyambung rantai sejarah panjang perlelangan di Indonesia," jelasnya.

Sebagai pengelola Gedung AA Maramis, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) terus mendorong pemanfaatan aset negara yang tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat sosial, budaya, dan edukasi. Melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan, LMAN berupaya memastikan Gedung AA Maramis tetap produktif tanpa menghilangkan nilai historis yang melekat padanya.

Penyelenggaraan Puspawarna Nusantara 2026 menjadi bukti bahwa aset negara bersejarah dapat dimanfaatkan secara produktif tanpa menghilangkan nilai historis yang dimilikinya. Harmoni antara seni, sejarah, dan lelang di Gedung AA Maramis tidak hanya memperkaya ekosistem seni, tetapi juga memperlihatkan bagaimana aset negara mampu menghadirkan manfaat yang relevan sekaligus menjaga warisan sejarah bangsa.