Direktur Utama Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan serta jajaran Pemerintah Kota Tangerang meninjau salah satu aset kelolaan LMAN di Kota Tangerang. Peninjauan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan optimalisasi Barang Milik Negara (BMN) yang memiliki potensi ekonomi dan sosial untuk dikembangkan.
Peninjauan dilakukan secara langsung untuk melihat kondisi eksisting aset sekaligus memastikan kesiapan awal sebelum langkah penataan dan optimalisasi dilakukan. Kegiatan ini juga menjadi forum koordinasi antara LMAN, Kementerian Keuangan, dan Pemerintah Kota Tangerang dalam menyamakan persepsi terkait potensi, tantangan, serta arah pemanfaatan aset ke depan.
Direktur Utama LMAN, Kristijanindyati Puspitasari menyampaikan pentingnya sinergi dan komitmen lintas sektor dalam pengelolaan aset. “Kami di LMAN bersama jajaran Kemenkeu dan Pemerintah Kota Tangerang memiliki komitmen dan semangat yang sama untuk mengelola aset negara agar dapat berdaya guna dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.
Aset yang ditinjau berlokasi di Jalan Teuku Umar, Cimone, Kota Tangerang, dan sebelumnya dikenal luas sebagai Plaza Shinta. Pada masanya, Plaza Shinta merupakan salah satu ikon Kota Tangerang. Tidak hanya menjadi pusat perbelanjaan, kawasan ini juga dikenal sebagai sentra aksesori dan bengkel mobil yang cukup populer, dengan sebagian pelaku usaha masih bertahan hingga saat ini meskipun bangunan utama sempat terbengkalai dalam waktu cukup lama.
Melihat potensi tersebut, LMAN berupaya mendorong optimalisasi Plaza Shinta agar kembali produktif dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian masyarakat sekitar. Krisjanindyati menegaskan bahwa aset negara harus dikelola secara aktif dan produktif. “LMAN terus berupaya agar aset-aset negara dapat berfungsi secara optimal. Aset negara harus bekerja keras. Jangan sampai ada aset negara yang hanya ‘tidur’ dan justru menjadi beban bagi negara,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Krisjanindyati, yang akrab disapa Ibu Pita, menekankan bahwa pengelolaan aset negara tidak semata berorientasi pada nilai ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan manfaat sosial yang berkelanjutan. Menurutnya, keseimbangan antara nilai ekonomi dan nilai sosial menjadi kunci dalam pengelolaan aset negara. “Karena itu, LMAN memastikan aset yang dikelola tetap memberikan manfaat nyata, baik bagi para pengguna aset maupun bagi masyarakat dan warga sekitar,” jelasnya.
Peninjauan dan rencana kerja sama ini menegaskan komitmen LMAN bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mengelola aset negara secara profesional, terukur, dan berorientasi pada manfaat. Melalui pengelolaan yang tepat, aset negara diharapkan tidak hanya produktif, tetapi juga mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi sosial dan perekonomian masyarakat.