Jakarta – Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) mencatatkan kinerja positif pada berbagai aspek layanan sepanjang tahun 2025. Capaian tersebut dipaparkan Direktur Utama LMAN dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XI DPR RI mengenai Laporan Kinerja Badan Layanan Umum (BLU) Kementerian Keuangan Tahun 2025 yang dilaksanakan pada 25 Mei 2026.
Direktur Utama LMAN, Kristijanindyati Puspitasari, menyampaikan bahwa capaian kinerja layanan utama LMAN pada 2025 menunjukkan kontribusi optimal dalam mendukung program-program pemerintah, termasuk terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang terealisasi melampaui target.
“Target PNBP tahun 2025 sebesar Rp2,6 triliun. Namun realisasi mencapai Rp4,2 triliun atau sebesar 158,2 persen dari target. Sementara total realisasi belanja LMAN tahun 2025 sebesar Rp143 miliar, atau 3,4 persen dari PNBP yang berhasil direalisasi atau tidak melebihi 10 persen,” ujar Kristijanindyati.
Capaian positif tersebut didukung oleh kontribusi dari tiga layanan utama LMAN. Pertama, dari sisi pengelolaan aset negara. Saat ini, LMAN mengelola 330 aset negara dengan jenis yang beragam, mulai dari apartemen, ruko, rumah, kawasan, hingga gedung. Sebagian besar aset tersebut telah berhasil dioptimalisasi sehingga memberikan kontribusi terhadap PNBP sekaligus manfaat bagi masyarakat.
“LMAN mencatat sebanyak 168 aset negara yang dikelola saat ini telah teroptimalisasi. Jumlah ini meningkat sebesar 21,7 persen dibandingkan tahun 2024. Selain itu, sebanyak 191 aset telah selesai dikonstruksi sampai dengan tahun 2025,” lanjut Kristijanindyati.
Kedua, melalui layanan konsultasi aset atau advisory, LMAN telah memberikan layanan kepada 38 mitra dengan total 105 proyek konsultasi yang diselesaikan hingga tahun 2025. Layanan advisory tersebut tersebar di 17 provinsi dengan rata-rata penambahan lima mitra baru setiap tahunnya.
Ketiga, dari sisi pendanaan pengadaan tanah Proyek Strategis Nasional (PSN), secara agregat LMAN telah mendanai pembebasan lahan untuk 133 proyek strategis nasional dengan nilai realisasi tahun 2025 mencapai Rp9,45 triliun.
Pendanaan tersebut mencakup berbagai sektor strategis, antara lain jalan tol seluas 7,7 juta meter persegi, bendungan 3,7 juta meter persegi, jalur kereta api 147 ribu meter persegi, irigasi 135 ribu meter persegi, serta proyek lainnya seluas 2,2 juta meter persegi pada tahun 2025.
“Kontribusi LMAN dalam pendanaan pengadaan tanah PSN ini secara langsung juga mendukung berbagai agenda Asta Cita pemerintah, yang meliputi swasembada pangan, ekonomi biru, pengembangan infrastruktur, dan pemerataan ekonomi,” pungkas Kristijanindyati.
Kedepan, LMAN akan terus memperkuat transformasi kelembagaan, inovasi pengelolaan aset, percepatan layanan, serta sinergi dengan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan optimalisasi aset negara, mendukung pembangunan nasional, serta memperkuat kontribusi terhadap penerimaan negara dan pelayanan publik.