Di awal tahun 2026, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) meluncurkan laporan Advisory Pulse, sebuah publikasi tematik yang memberikan gambaran outlook ekonomi 2026 dan dampaknya terhadap prospek pasar properti termasuk inovasi dalam pengelolaan aset. Laporan ini diharapkan menjadi referensi bagi para pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi kebijakan pengelolaan dan optimalisasi aset negara ke depan.
Di tengah dinamika pasar properti yang terus bergerak, kebijakan yang adaptif berbasis data menjadi kunci dalam pengelolaan aset negara. Direktur Utama LMAN, Kristijanindyati Puspitasari, menegaskan bahwa pengelolaan aset negara harus responsif terhadap perubahan namun tetap prudent. “Pengelolaan aset negara dituntut semakin adaptif, namun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan berbasis data,” ujarnya.
Data dan informasi yang akurat menjadi pijakan utama dalam perumusan kebijakan. Advisory Pulse menyajikan analisis ekonomi dan properti secara komprehensif dari berbagai sumber kredibel. Dipadukan dengan pengalaman empiris LMAN dalam mengelola aset negara sehingga mampu merefleksikan kondisi riil pasar terkini.
Secara umum, laporan ini memotret kondisi ekonomi global dan nasional yang masih dipengaruhi ketidakpastian, namun tetap membuka peluang pertumbuhan pada sektor riil, khususnya properti yang memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, pengelolaan aset negara dipandang tidak lagi sekadar menjaga nilai, melainkan harus mampu menciptakan nilai tambah.
LMAN menempatkan aset negara sebagai instrumen penggerak ekonomi. Optimalisasi aset diarahkan untuk membuka aktivitas usaha baru, memperkuat kawasan sekitar, serta mendorong multiplier effect bagi masyarakat. Dengan demikian, keberhasilan pengelolaan aset tidak hanya diukur dari penerimaan negara, tetapi juga dari dampak ekonomi dan sosial yang dihasilkan.
Kristijanindyati menambahkan bahwa laporan ini menjadi panduan strategis agar setiap keputusan pemanfaatan aset memiliki dasar analisis yang kuat. “Aset negara harus aktif bekerja dan memberikan manfaat nyata. Karena itu, keputusan pengelolaan harus berbasis data agar mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus dampak sosial yang berkelanjutan,” jelasnya.
Advisory Pulse: Data sebagai Fondasi Pengambilan Kebijakan Pengelolaan Aset
Di awal tahun 2026, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) meluncurkan laporan Advisory Pulse, sebuah publikasi tematik yang memberikan gambaran outlook ekonomi 2026 dan dampaknya terhadap prospek pasar properti termasuk inovasi dalam pengelolaan aset. Laporan ini diharapkan menjadi referensi bagi para pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi kebijakan pengelolaan dan optimalisasi aset negara ke depan.
Di tengah dinamika pasar properti yang terus bergerak, kebijakan yang adaptif berbasis data menjadi kunci dalam pengelolaan aset negara. Direktur Utama LMAN, Kristijanindyati Puspitasari, menegaskan bahwa pengelolaan aset negara harus responsif terhadap perubahan namun tetap prudent. “Pengelolaan aset negara dituntut semakin adaptif, namun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan berbasis data,” ujarnya.
Data dan informasi yang akurat menjadi pijakan utama dalam perumusan kebijakan. Advisory Pulse menyajikan analisis ekonomi dan properti secara komprehensif dari berbagai sumber kredibel. Dipadukan dengan pengalaman empiris LMAN dalam mengelola aset negara sehingga mampu merefleksikan kondisi riil pasar terkini.
Secara umum, laporan ini memotret kondisi ekonomi global dan nasional yang masih dipengaruhi ketidakpastian, namun tetap membuka peluang pertumbuhan pada sektor riil, khususnya properti yang memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, pengelolaan aset negara dipandang tidak lagi sekadar menjaga nilai, melainkan harus mampu menciptakan nilai tambah.
LMAN menempatkan aset negara sebagai instrumen penggerak ekonomi. Optimalisasi aset diarahkan untuk membuka aktivitas usaha baru, memperkuat kawasan sekitar, serta mendorong multiplier effect bagi masyarakat. Dengan demikian, keberhasilan pengelolaan aset tidak hanya diukur dari penerimaan negara, tetapi juga dari dampak ekonomi dan sosial yang dihasilkan.
Kristijanindyati menambahkan bahwa laporan ini menjadi panduan strategis agar setiap keputusan pemanfaatan aset memiliki dasar analisis yang kuat. “Aset negara harus aktif bekerja dan memberikan manfaat nyata. Karena itu, keputusan pengelolaan harus berbasis data agar mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus dampak sosial yang berkelanjutan,” jelasnya.
Melalui Advisory Pulse, LMAN mendorong pengelolaan aset negara yang adaptif dan inovatif untuk menciptakan dampak maksimal. Dengan pendekatan berbasis data dan berorientasi pada manfaat, aset negara diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui Advisory Pulse, LMAN mendorong pengelolaan aset negara yang adaptif dan inovatif untuk menciptakan dampak maksimal. Dengan pendekatan berbasis data dan berorientasi pada manfaat, aset negara diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.